x
Prof Dailami Firdaus : Peran DPD RI Jangan Dimarginalkan

Jakarta, dpd.go.id - Peran Dewan Perwakilan Daerah (DPD RI) ke depan perlu ada penguatan, agar makin selaras dan seimbang. Kesan yang ada sekarang, eksistensi Senator bagai macan ompong yang sekadar punya ruang, tapi tak punya wewenang.

Penegasan tersebut disampaikan Prof Dr H Dailami Firdaus, anggota DPD RI dapil Jakarta,  saat tampil dalam Dialog Publik Sosialisasi DPD RI bertema  'Wujud Kinerja Konstitusional DPD RI' dihadapan 100 mahasiswa-mahasiswi Fakultas Hukum  Universitas Islam As-Syafi'iyah (UIA), Sabtu (17/2) sore.

"Kondisinya DPR RI di Senayan yang belum mau berbagi. Sebab dalam hal legislasi tetap di DPR sebagai lembaga super. Karenanya, DPD cuma punya ruang, tapi tak punya wewenang," tegas Senator asal DKI Jakarta.

Padahal, menurut Prof Dailami Firdaus, Indonesia ini tidak akan ada kalau tidak ada daerah yang notabene diwakili oleh peran DPD RI. Jadi jangan dimarginalkan. Sebaliknya peran DPD RI dapat memperjuangkan untuk kesetaraan antara Barat Tengah, dan Timur.

Prof Dailami juga menyebut anggota DPD RI justru lebih legitimate dalam pemilihan. Karena dipilih langsung rakyat melalui pemilihan umum!. Dan suaranya ada yang sampai 2 juta! 

"Yang terpenting bagi saya sebagai Senator (perseorangan) harus memiliki kepekaan. Melaksanakan berbagai peran. Karenanya, jadi anggota DPD RI sangat menantang bagi saya" ucap pria yang banyak ditawari sejumlah partai politik (Parpol), agar kelak mau maju sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI).

Hal yang membuat prihatin, kata Prof Dailami, masih banyak masyarakat yang belum mengenal anggota DPD RI dan juga fungsinya. Bukan hanya masyarakat bawah, tapi di kalangan atas.

"Tapi, buat saya yang penting, bisa memainkan artikulasi politik. Bisa juga berjuang di tempat lain yang bersentuhan langsung dengan masyarakat," pungkas Prof Dailami yang hadir di acara Dialog Publik yang merupakan kerjasama Badan Pengembangan Kapasitas Kelembagaan Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan Universitas Islam As-Syafi'iyah.

19 Februari 2018
Kembali
LIVE STREAM