x
Dukung Akselerasi Pembangunan Olahraga Indonesia, Ini yang Direkomendasikan DPD RI

dpd.go.id

Jakarta, dpd.go.id—Untuk mengakselerasi pembangunan Olahraga Nasional ada dua hal yang diperlukan yaitu penguatan implementasi UU No. 3 Tahun 2005 dan political will dari pemerintah. Hal ini disampaikan oleh Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M. Kes sebagai Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Nasional Indonesia / APKORI dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Komite III DPD RI yang membahas mengenai inventarisasi materi pengawasan atas pelaksanaan UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional di Ruang Rapat Komite III DPD RI, Gedung B Lantai 2, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (24/1/18).

Pendapat tersebut senada dengan Mayjen (Purn) M. Noor Aman, Ketua Umum Badan Olahraga Profesional Indonesia, yang juga hadir dalam acara RDPU sebagai narasumber. Penguatan tersebut diperlukan karena saat ini UU No. 3 Tahun 2005 masih jauh dari optimal dalam hal implementasi oleh seluruh kementrian atau lembaga negara, dan seolah UU tersebut hanyalah produk KemeNpora. Sehingga menurut Fahira Idris Senator asal DKI Jakarta Kemenpora perlu melakukan koordinasi dengan berbagai kementrian terkait seperti Kemendikbud, Kemenperin, dan BUMN mengenai regulasi yang ada guna pembangunan olahraga yang lebih efektif.

“Kebijakan, strategi dan support merupakan dimensi pembangunan olahraga yang perlu dipahami bersama”, jelas Djoko dalam paparannya. Kebijakan mencakup penguatan regulasi, sedangkan strategi mencakup membangun sistem yang sesuai dengan karakter dan potensi nasional. Yang terakhir support adalah dukungan dari seluruh elemen.

Terkait dengan karakter dan potensi nasional, Rafly Kande senator asal Aceh mengusulkan agar olahraga tradisional agar dihidupkan dalam turnamen olahraga atau menjadi olahraga professional. Karena menurutnya olahraga tradisional adalah local wisdom local yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal.

Mengenai dukungan seluruh elemen, sangat penting terutama dalam hal anggaran. “Regulasi mengenai CSR perlu didorong tidak hanya masalah sosial tetapi juga olahraga, hal ini dapat membantu mengurangi beban APBN maupun APBD”, jelas Aman.

Sebelum menutup rapat, pimpinan Komite III membacakan beberapa rekomendasi terhadap pembangunan olahraga nasioal yaitu selain membangun sarana dan prasarana olahraga yang memadai juga penting membangun kesadaran masyarakat terhadap olahraga; harus ada optimalisasi peran badan professional olahraga untuk dapat memastikan atlit professional dapat berprestasi secara berkelanjutan; dukungan club secara konsisten terhadap atlit professional serta turut mengawasi penyelenggaraan kompetisi yang sesuai regulasi; perlu meningkatkan alokasi pendanaan baik APBD maupun APBN. (nis)

24 Januari 2018
Kembali
LIVE STREAM