Warning: session_start(): Trying to destroy uninitialized session in /var/www/html/sisip/class.sesi.php on line 19 Warning: session_start(): Failed to decode session object. Session has been destroyed in /var/www/html/sisip/class.sesi.php on line 19 DPD RI
x
Ini Alasan Perlunya Redenominasi

dpd.go.id

Jakarta,dpd.go.id – Komite IV DPD RI menyelenggarakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Bank Indonesia (BI),  Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Nasional Indonesia (BNI), Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Mandiri dengan agenda Pengawasan Pelaksanaan Undang-Undang terkait kebijakan uang elektronik dan rencana kebijakan redenominasi di Gedung B Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (11/12/2017).

Wakil Ketua Komite IV DPD RI, Siska Marleni memimpin jalannya rapat sekaligus mempertanyakan dampak kebijakan redenominasi terhadap perekonomian dan bagaimana dengan kebijakan uang elektronik.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Erwin Riyanto memberikan tanggapan langsung atas pertanyaan tersebut. “Kondisi Sistem Pembayaran (SP) nasional saat ini masih menyimpan sejumlah problem  struktural yang memerlukan pembenahan. Kita berkeyakinan uang elektronik atau transaksi non tunai akan memberikan manfaat efisiensi dalam masyarakat. Bank Indonesia terus mendorong pergeseran perilaku transaksi masyarakat dari tunai ke non tunai melalui 4 strategi elektronifikasi yang disinergikan dengan program-program pemerintah yaitu memfasilitasi model bisnis dan inovasi, regulasi yang mendukung, optimalisasi sumber daya lokal, edukasi dan monitoring.”

“Kita juga memperbaiki infrastruktur  sistem pembayaran (SP) dengan kebijakan skema harga dalam arrangement Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang dimaksudkan untuk mencegah rente ekonomi dan mendorong kompetisi dalam hal efisiensi guna mewujudkan kewajaran harga. Langkah Bank Indonesia dalam mendorong efisiensi secara lebih sistematis telah mulai dirintis sejak akhir 2016 yang lalu, diawali dengan terbentuknya sinergi ATM Perbankan HIMBARA melalui ATM link”, lanjut Erwin.

Erwin menambahkan, “Redenominasi hanya mengurangi jumlah digit tanpa mengurangi nilai uang, berbeda dengan sanering yang mengurangi nilai uang. Kita ingin menciptakan persepsi yang lebih baik mengenai perekonomian indonesia dengan tujuan meningkatkan efisiensi perekonomian indonesia, menghindari kendala teknis akibat semakin banyaknya digit angka, dan meningkatkan kebanggaan terhadap rupiah”.

Ketua Dewan Audit OJK, Ahmad Hidayat turut menanggapi bahwa secara umum latar belakang kebijakan redenominasi adalah karena tingginya tingkat inflasi, penurunan nilai mata uang terhadap mata uang lain dan adanya keinginan untuk penyederhanaan  denominasi mata uang. (sna)

11 Desember 2017
Kembali
LIVE STREAM