dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed Tinjau Langsung SPPG Palangkaraya Pasca Temuan Ulat di Menu Makan Bergizi Gratis (MBG)

27 November 2025 oleh admin

​Palangkaraya (27/11/2025), dpd.go.id – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI utusan Provinsi Kalimantan Tengah sekaligus Wakil Ketua Komite III, dr. Hj. Erni Daryanti, M.Biomed, melakukan kunjungan mendadak dan pengecekan menyeluruh di salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Palangkaraya. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut serius atas laporan temuan ulat pada lauk pauk program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami oleh sejumlah siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Palangkaraya pada Rabu, 12 November 2025 yang lalu.

​🔍 Fokus Kunjungan: Evaluasi Menyeluruh dan Pembenahan Kualitas Pangan ​dr. Erni Daryanti menekankan bahwa insiden ini, meskipun menurut laporan Kepala MTsN 1 Palangkaraya hanya terjadi pada satu porsi dari total 862 porsi yang disajikan, telah menjadi sorotan publik dan menimbulkan kekhawatiran serius terkait jaminan keamanan pangan dalam program MBG. ​Dalam kunjungan tersebut, dr. Erni Daryanti berfokus pada tiga aspek utama:

​Kendala Operasional: Mengidentifikasi hambatan dalam rantai pasok dan pengolahan makanan di SPPG, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi.

​Permasalahan Higienitas dan Sanitasi: Mengecek langsung standar kebersihan dapur, ketersediaan sertifikat laik higiene sanitasi, dan profesionalisme tenaga kerja.

​Evaluasi Kualitas Bahan Baku: Menelusuri sumber bahan baku, khususnya lauk pauk yang diduga menjadi sumber kontaminasi (lauk ikan teri kacang), untuk memastikan kualitas dan kesegaran bahan.

​“Program Makan Bergizi Gratis adalah program vital yang bertujuan meningkatkan gizi dan kesehatan generasi muda. Tidak boleh ada kompromi sedikit pun terhadap kualitas dan keamanan pangan. Temuan ulat ini adalah alarm keras bagi seluruh pihak penyelenggara, baik SPPG, BGN (Badan Gizi Nasional), maupun pengawas daerah,” tegas dr. Erni Daryanti.

​📝 Temuan dan Langkah Lanjut yang Didesak ​Berdasarkan pengecekan lapangan dan diskusi dengan pihak terkait di SPPG, dr. Erni Daryanti mendesak agar segera dilakukan langkah-langkah pembenahan dan evaluasi yang tegas dan tindak lanjut dari BGN Wilayah Kalteng.

​Peningkatan Pengawasan Bahan Baku: SPPG harus memperketat pengecekan kualitas bahan baku sebelum diolah. Dugaan bahwa ulat berasal dari lauk ikan teri menunjukkan adanya kelalaian dalam proses penyiapan/pemilihan bahan.

​Audit Sanitasi Total: Meminta Dinas Kesehatan Kota Palangkaraya untuk segera melakukan audit sanitasi total di seluruh dapur SPPG yang beroperasi.

​Pelatihan Ulang Tenaga Kerja: Memastikan semua juru masak dan penjamah makanan memiliki pemahaman dan praktik yang ketat terhadap standar food safety dan higienitas.

​Transparansi dan Pelaporan: Meminta seluruh SPPG dan pihak sekolah penerima untuk meningkatkan mekanisme pelaporan cepat (tindak lanjut konfirmasi resmi dari SPPG Diponegoro, yang melayani MTsN 1, masih ditunggu).

​🤝 Komitmen Komite III DPD RI ​Sebagai Wakil Ketua Komite III DPD RI yang membidangi urusan Pendidikan dan Kesehatan, dr. Erni Daryanti menyatakan komitmennya untuk mengawal kasus ini hingga tuntas.

​"Kami akan terus memantau hasil evaluasi dan perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dan Kota Palangkaraya bersama BGN. Jika ditemukan unsur kelalaian serius yang melanggar standar kontrak dan membahayakan kesehatan peserta didik, kami mendesak agar dilakukan peninjauan ulang izin penyedia layanan makanan tersebut. Kesehatan anak-anak kita adalah prioritas utama," tutup dr. Erni Daryanti.

​Laporan hasil kunjungan ini akan menjadi bahan resmi DPD RI untuk mendorong perbaikan sistematis dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara nasional, khususnya terkait pengawasan mutu dan higienitas di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.

Berita Terkait

Sampaikan Aspirasi
Laporkan Pengaduan