Berita DPD di Media

Beranda

ยป

Berita DPD di Media

Penyesuaian Jam Kerja

oleh maluku

Komite IV DPD RI Rapat Konsultasi dengan BPK RI Bahas IHPS II 2021

oleh maluku

Pada Tanggal 28 Juni 2022 di jakarta, Komite IV DPD RI melakukan rapat konsultasi dengan BPK RI dengan tema pembahasan hasil pengawasan Semester II 2022

oleh maluku

Kepala Kantor DPD RI Provinsi Maluku Beserta Staff Kantor Daerah mengucapkan Turut berduka cita atas meninggalnya Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan Umum Kantor DPD RI Provinsi Lampung

Desiminasi Hasil Tabulasi Aspirasi Masyarakat dan Daerah serta Inventarisasi  Permasalahan terkait Pembahasan atas UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi di Maluku pada 23 Maret 2022.

oleh maluku

Pusat kajian Daerah dan Anggaran (Puskadaran) Setjen DPD RI bekerja sama dengan Universitas Pattimura Ambon menyelenggarakan kegiatan dengan Tema Desiminasi Hasil Tabulasi Aspirasi Masyarakat dan Daerah serta Inventarisasi Permasalahan terkait Pembahasan atas UU No. 30 Tahun 2007 tentang Energi di Maluku pada 23 Maret 2022. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan kajian dan pengelolaan daerah secara kelembagaan dalam bentuk aspirasi daerah untuk disampaikan ke Anggota. Bertempat di Aula Fakultas Hukum Universitas Pattimura Kegitan ini di hadiri oleh Dekan Fakultas Hukum, Akademisi Univerisitas Pattimura, Praktisi Lingkungan serta perwakilan mahasiswa Universitas Pattimura Ambon.

Pemuda dan Penegakkan Moral Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa Serta Bernegara

oleh maluku

Kekuatan sebuah bangsa terletak di tangan para pemudanya. Karena merekalah yang akan menunjukkan wajah kehormatan suatu bangsa dalam segala kontes kehidupan. Jika para pemuda dalam suatu negara mengalami kerusakan moral dan agama, maka sangat disayangkan nasib bangsa itu nantinya. “Karena bagaimana pun, pemuda adalah kader bangsa yang harus terbina dengan segala bentuk pendidika,” kata anggota DPD RI, Cholid Mahmud dalam sosialisasi MPR RI di kantor DPD RI Yogyakarta yang dihadir Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi,, Sabtu (16/04/2022). Ia menyatakan diperlukan semua macam pendidikan yang rentangnya dari pendidikan kejiwaan sampai pendidikan politik. Cholid Mahmud mengatakan jangan sampai pendidikan yang dirancang dan dilaksanakan oleh negara tidak memperhatikan masa depan para pemudanya, apalagi hanya mementingkan kepentingan pribadi dan golongan saja. “Tanpa adanya peranan generasi muda atau pemuda Indonesia maka bangsa kita pastinya akan sulit mengalami perubahan dan akan mudah pula kehilangan identitas bangsa,” tegasnya. Peran pemuda semakin penting dan strategis mengingat Indonesia akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030an. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan pada tahun 2019 lalu, penduduk usia produktif masih mendominasi. Persentase laki-laki dan perempuan di usia produktif (15-64 tahun) sekitar 67,6 %. Sedangkan penduduk usia belum produktif hanya sekitar 26-27 %. Menjadi tantangan tersendiri bagi Indoensia dalam menegakkan moral Pancasila di kalangan pemuda milleneal ini. Pemuda ‘jaman now’ memiliki kekhasan tersendiri dan karakter yang lebih terbuka. Era informasi dan abad 21 ditandai dengan kelimpahan informasi yang tidak terbendung lingkupnya. “Di sinilah peran Pancasila sebagai ideologi bangsa. Pancasila sebagai ideologi negara, dapat dimaknai sebagai sistem kehidupan nasional yang meliputi aspek etika/moral, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan dalam rangka pencapaian cita-cita dan tujuan bangsa yang berlandaskan dasar negara,” imbuhnya Etika moral sosial budaya ini, kata Cholid Mahmud sekarang teruji dengan interkasi-interkasi yang semakin terbuka dengan kemajuan teknologi. “Kemajuan ini diharapkan menguatkan nilai etika moral bukan menggerus nilai-nilai luhur ini,” pungkasnya.